Jumat, 14 September 2012

Unsur-unsur Kesuksesan Studi Dalam Islam


. Sifat-sifat penuntut ilmu dalam islam dan pengaruhnya dalam mewujudkan prestasi ilmiah

       Islam memandan para penuntut ilmu sebagai para pemimpin masa depan. Penuntut ilmu yang shaleh juga merupakan pondasi masyarakat shaleh, maju dan berperadaban. Yang dimaksud dengan penuntut ilmu dalam islam adalah sosok pelajar yang berusaha menuntut ilmu pengetahuan yang terpuji dan bermanfaat menurut syari’at untuk kepentingan umat manusia. Sifat-sifat para penuntut ilmu yang sukses antara lain :

1. Berniat dengan ikhlas
      Yaitu penuntut ilmu yang meniatkan usahanya dalam mencari ilmu itu untuk beribadah, taat kepada Allah, dan menjalankan kewajiban menuntut ilmu.

2. Ketakwaan dan keshalihan
        Yaitu seorang penuntut ilmu harus berpegang pada sifat-sifat Allah yang bertakwa. Allah SWT berfirman : “..........dan bertakwalah kepada Allah, Allah mengajarmu, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Al-Baqarah : 282)

3. Menghindarkan diri dari kemaksiatan

4. Tawadhu
       Seorang penuntut ilmu tidak boleh takbbur kepada ilmu, guru atau kepada siapapun. Karena hal itu, mengantarkannya kepada kebodohan. Dasarnya adalah firman Allah SWT : “ dan tidakkah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.” (Al-Israa:28)

5. Menghargai dan menghormati ilmu
      Seorang penuntut ilmu harus menghargai dan menghormati gurunya, hingga meskipun gurunya itu non muslim. Karena seorang guru adalah simbol dan nilai. Allah berfirman tentang kedudukan para ulama sebagai berikut : “ Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (Al-Mujadilah : 11)

6. Disiplin dan pandai memanfaatkan waktu
    Diantara sifat orang menuntut ilmu adalah pandai mengatur waktunya. Karena waktu adalah kehidupan, sementara kedisiplinan merupakan dasar bagi kesuksesan dan keberhasilan. Dan salah satu ayat-ayat Allah dalam penciptaan semesta ini adalah keteraturan.

7. Pandai belajar

8. Berteman dengan orang yang tepat
       Seorang penuntut ilmu harus pandai memilih teman yang shaleh,yang dapat membantunya dalam masalah urusan agama dan dunia serta menjauhi diri dari berteman dengan orang-orang yang senang berbuat dosa. Seperti firman Allah SWT : “Dan bersabarlah kamu bersama-sama denagan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini, dan janganlah mengikuti orang yang hatinya telah kami lalaikan dari mengingati kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (Al-Kahfi : 28)

9. Menggunakan perangkat modern

B. Sifat-sifat guru yang efektif menjadi panutan dalam islam dan perannya dalam mewujudkan kesuksesan diri 


1. Ikhlas dalam menyampaikan risalah pendidikan
       Keikhlasan pendidik akan mengantarkan kepada kesuksesan murid yang dididiknya. Firman Allah SWT : “.......akan tetapi (Dia berkata) : “Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani. Karena selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya.” (Al-Imran : 79)

2. Bersifat amanah dalam menyampaikan ilmu pengetahuan
    Ilmu pendidikan dalam pandangan seorang guru yang pendidik adalah sebuah amanah, yang diwajibkan oleh ALLAH SWT untuk disampaikan kepada seluruh penuntut ilmu secara sempurna tanpa dikurangi dan dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Jika seorang guru menahan ilmunya maka ia menjadi seorang penghianat terhadap amanah. Firman Allah SWT : “sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hkum diantara mausia supaya kamu menetapkan dengan adil...” (An-Nisa:58)

3. Menguasai ilmu yang diajarkan

4. Menjadi panutan yang baik
      “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (Al-Ahzab:21)

5. Mempunyai pribadi yang kuat
      “padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah,bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui.” (Al-Munaafikun : 8)

6. Beramal dengan ilmunya
      Diantara sifat pendidik yang ideal adalah dia menerjemahkan ilmu pengetahuannya ke realitas praktis baik deangan dirinya sendiri ataupun melalui orang lain. Firman Allah SWT : “Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (Ash-Shafft:3)

7. Modern

8. Terus melakukan penelitian
   Diantara kewajiban pioniritas seorang pendidik adalah terus melakukan penelitian dan pembangunan, baik oleh dirinya sendiri maupun dengan bekerja sama dengan lembaga. Firman Allah SWT : “Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.” (At-taubah:122)

C. Beberapa ilmu yang bermanfaat dalam islam dan perannya dalam mewujudkan kesuksesan

       Diantara unsur kesuksesan pendidikan adalah beberapa ilmu pengetahuan yang mengantarkan kepada petunjuk, cahaya, dan kebaikan bagi umat manusia. Diantanya :

1. Ilmu-ilmu syariah, yaitu ilmu yang dihsilkan dari wahyu yang dibawa oleh rasulullah SAW yang terkumpul dalam Al-Qur’an, selain itu sunnah nabi yang shahih. Firman Allah SWT : “ keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitab-kitab, dan kami turunkan kepadamu Al-Qur’an, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan.” (An-Nahl :44)

2. Ilmu-ilmu keduniaan, yaitu ilmu yang berhubungan dengan perkara dunia dan yang dihasilkan oleh pikiran manusia dan dicapaioleh akal dan percobaan.
Ilmu-ilmu keduniaan yang terpuji yaitu ilmu-ilmu yang berkaitan dengan maslahat manusia di dunia, (ilmu kedokteran,berhitung,dan perdagangan)
Ilmu-ilmu manusia yang tertolak, yaitu ilmu yang tak menghasilkan manfaat bagi manusia dan negar, melainkan mengantarkan manusia pada kerusakan. Ilmu ini adalah ilmu sihir, perdukunan dan lainnya. Islam mengharamkan untuk mempelajari dan mengajarkannya.
Kandungan tentang ilmu-ilmu agama dan ilmu kehidupan :

a. Kandungan ilmu-ilmu agama
       Dr. Yusuf al-qaradhawi berkata dalam bukunya ar-Rasul al-Mu’allimin yang berbunyi : “ilmu agama hendaknya menjadi ilmu wajib yang harus dipelajari oleh setiap muslim dan muslimah, dengan membacanya disekolah, kuliah, di masjid, dan melalui berbagai media yang berbeda yang beerbeda. Ini adalah suatu keharusan bagi seorang muslim dalam agamanya, dan mempelajarinya adalah fardu ain baginya.” Ilmu-ilmu agama terdiri dari :
Ilmu akidah : berfungsi untuk menguatkan akidah dan meluruskan dari penyimpangan dan kesalahan.
Ilmu akhlak : berfungsi untuk menguatkan akhlak
Ilmu ibadah : berfunsi untuk menjelaskan ibadah yang shahih dan yang fardu
Ilmu muamalah : berfungsi mengendalikan hubungan antar manusia
b. Kadungan ilmu-ilmu umum
Imam Abu Hamid al-Ghazali berkata : “semua semua ilmu yang diperlukan untuk mengatur urusan dunia ini”
Said Hawa berkata : “semua ilmu yang dibutuhkan oleh umat islam dan ilmu-ilmu pengetahuan itu terus bertambah luas dan berkembang dan setiap zaman menghasilkan ilmu pengetahuan tertentu.
Dr. Yusuf al-Qardawi berkata : “ semua yang dibutuhkan oleh jamaah muslimin didunianya, seperti fisika, kedokteran, teknik, matematika, kimia, ilmu alam, geologi dan lainnya.

0 komentar:

Posting Komentar